Tampilkan postingan dengan label percaya diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label percaya diri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2011

How to Think Positive

Hi! You must know that to live a successful and happy can be achieved by positive thinking. Maybe my friends had never heard of this good advice from a friend, thinking positifkolega tips, books, journals up of the famous motivator. But how many of you who still can not actually do this in everyday lifestyle! Ntah as confused or still asleep with the old mindset that tends to negative. Well, this will be shared tips on how to develop a positive mindset that is always circulating in the style of your everyday life. The trick, of course with by identifying the characteristics of people who think positive mindset. Let us try to emulate his mind.

Rabu, 19 Oktober 2011

Anda layak untuk Sukses


You Deserve to be SUCCESSFUL

"For I know the plans I have for you,” declares the LORD, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a

future."
~Jeremiah 29:11~

...
One of the reason that is stopping people from becoming successful is because they are afraid to be successful.
You might be thinking in your head right now: "How is it possible that people are afraid to be successful? What is it that they are afraid of?"

People might worried that if they become rich, or famous, or too successful, than people might think that they will be boastful and arrogant, and that's why they prefer just to be mediocre rather than outstanding. In my personal opinion, actually money, fame and success are neither good or bad, they are neutral. It's the person who owns them who will decide whether to use it for good or not.

Another possible reason that stopping people from achieving their success is the "I don't deserve" mentality. Some people always have this questions asked on the back of their mind: " Who am I to be successful, happy, and beautiful ?" Well, who are you Not you to be ?


Embrace the positive energy and inspiration from this poem:

~by Miriam Williamson~

Our deepest fear is not that we are inadequate.
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.
It is our light, not our darkness, that most frightens us.
We ask ourselves, who am I to be brilliant, gorgeous,talented & fabulous?

Actually, who are you not to be?
You are a child of God.
Your playing small does not serve the world.
There is nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you.

We were born to make manifest the Glory of God that is within us.
It is not just in some of us; it's in everyone.
And as we let our light shine,
we unconsciously give other people permission to do the same.
As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.


Surely, Almighty GOD blesses all lives within careers of His children :)

-edited and inspired from Merry Riana-

Senin, 17 Oktober 2011

Mario Teguh - Keyakinan Diri

Adik-adik saya yang baik hatinya,

janganlah terlalu merisaukan apakah Anda percaya diri atau tidak, meyakini diri Anda sendiri atau tidak.

Ingatlah,
...
Ketidak-yakinan diri Anda tidak akan menjadi masalah, asal yang Anda lakukan meyakinkan orang lain.

Mulailah hidup dengan kebebasan hati yang melibatkan Anda dalam pergaulan dan pekerjaan yang menjadikan Anda penting bagi sesama.

Berfokuslah pada kebaikan yang dapat Anda hadiahkan bagi orang lain.

Mario Teguh - Loving you all as always

Sabtu, 08 Oktober 2011

Kepercayaan diri dan menonjol - TQpartner

Kepercayaan Diri
2011-09-13
Budiono Lie, Director of PT.Total Quality Indonesia
Menjadi orang yang diperhitungkan dalam perusahaan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para professional, termasuk anda. Namun untuk menjadi orang yang diperhitungkan di kantor, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan anda sehari-hari. Kepandaian anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan.

Strategi tersebut adalah ‘menonjolkan’ kemampuan anda. (saya lebih senang menyebutnya dengan Strategi Marketing Yourself). Coba anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir. Apalagi jika anda bekerja di perusahaan besar, jika ingin ‘maju’ anda harus pintar-pintar ‘menonjolkan’ kemampuan anda. Karena semakin besar perusahaan tempat anda bekerja, umumnya semakin sulit untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan. Keberhasilan anda di unit kerja, seringkali tidak cukup untuk menarik perhatian perusahaan secara khusus. Nah, hanya orang-orang yang ‘menonjol’ lah yang akan mendapat perhatian khusus dari perusahaan.

Untuk menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan, jangan hanya mengerjakan tugas-tugas khusus yang diberikan pada anda. Memang, kadang akan lebih nyaman jika mengerjakan tugas khusus yang itu-itu saja dari hari ke hari. Karena anda akan terhindar dari beban ekstra dan resiko kegagalan yang lebih berat. Tetapi bila ingin menonjolkan kemampuan, tentu saja sikap semacam ini harus segera dirubah. Untuk itu setiap kali ada kesempatan, jangan sia-siakan. Misalnya mencoba berpartisipasi dalam proyek-proyek khusus atau tugas apa saja yang dipantau langsung oleh pihak manajemen perusahaan, baik yang terlihat maupun tidak.

Kadang perusahaan memiliki proyek atau kegiatan yang ‘belum terjamah’ karena tidak ada yang bisa menanganinya, sehingga proyek itu tertunda sampai beberapa lama. Kalau ingin menonjolkan diri, tidak ada salahnya anda mengajukan diri untuk menangani proyek tersebut. Caranya, anda harus meyakinkan perusahaan bahwa anda mampu mengerjakan dan menyelesaikan proyek itu. Tentu saja, anda harus membuktikan keyakinan anda dengan menunjukkan hasil kerja yang menggembirakan.

Contoh lainnya, anda dapat mengusulkan metode atau prosedur kerja yang lebih baik tanpa menunggu perintah dari atasan. Bila telah selesai, jangan ragu untuk menunjukkan atau melaporkan hasil kerja anda pada atasan atau kepada pihak manajemen. Dengan catatan tetap sesuai dengan prosedur di perusahaan. Jangan lupa untuk memperkuat laporan anda dengan hasil nyata.

Selanjutnya jangan berhenti untuk mencari dan menerima tanggung jawab yang lebih besar. Konsekuensinya beban kerja anda memang menjadi lebih besar, tetapi beban kerja yang lebih besar tidak selalu berarti pekerjaan semakin banyak. Jumlah tugas anda bisa jadi tetap sama, hanya bebannya yang lebih berat dari sebelumnya. Sehingga tanggung jawab anda terhadap pekerjaan itu pun semakin besar. Selain itu jangan berhenti untuk meningkatkan peran dalam kelompok sampai akhirnya anda dipercaya untuk mengepalai atau memimpin suatu proyek atau pekerjaan.

Selanjutnya ketika anda telah menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan, jangan merasa menjadi satu-satunya pribadi yang unggul. Jangan menganggap bahwa andalah yang ‘menang’. Jika anda mengembangkan sikap ‘menang-kalah’ atau ‘unggul-tidak unggul’ sukses yang anda raih tidak akan bertahan lama. Sebaliknya anda akan banyak memiliki musuh dalam selimut. Anda harus bersikap lebih bijaksana bahwa betapapun penting dan beratnya tugas dan tanggung jawab anda, tetap melibatkan rekan-rekan anda. Anggaplah kebeberhasilan anda menangani proyek untuk perusahaan merupakan kemenangan bersama.


Budiono Lie